Tuesday, August 6, 2013

Membuat Database Di Microsoft SQL Server

Bagi pemula dan baru belajar Microsoft SQL mungkin memerlukan waktu untuk membuat sebuah database. Namun mungkin akan berbeda bagi teman-teman IT Pro yang sudah mahir dan terbiasa dengan Microsoft SQL ini. Tulisan ini mungkin tidak akan berarti apa-apa bagi mereka yang sudah sangat mahir, tetapi barangkali akan membantu bagi mereka yang baru mencoba belajar Microsoft SQL.
Sebagai contoh, berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah untuk membuat database. Memang hampir semua pemakai komputer dan para pengembang yang sudah terbiasa mungkin sudah sering mengalaminya dan itu tidak terlalu sulit. Sebenarnya untuk membangun database di Microsoft SQL Server  tidak terlalu sulit karena antarmukanya sudah berbentuk grafis dan bahkan dengan bantuan Wizard semakin mudah dan cepat untuk membangun sebuah database. Microsoft SQL Server baik 2000 ataupun generasi berikutnya memberikan beberapa pilihan bagi kita untuk membuat sebuah database, antara lain menggunakan bantuan Wizard atau menggunakan perintah Transact-SQL
Ada beberapa tipe file yang membuat sebuah database, antara lain file primer, file sekunder, dan file log. File primer mengandung informasi yang dibutuhkan untuk menu shortcut load dan menginisialisasi database dan untuk menyimpan data. File Sekunder digunakan apabila file primer tidak cukup besar untuk memelihara semua file data, sedangkan file log adalah sebuah file yang digunakan untuk memulihkan suatu database.
Untuk membuat database secara manual prosedur atau cara yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut: Klik Start, klik Progam dan klik kelompok Microsoft SQL Server, lalu klik Enterprise Manager. Selanjutnya klik dua kali Server Anda, misalnya DATAKOM (WindowsNT), klik kanan di atas Database, lalu klik New Database. Setelah itu akan tampil jendela Database Properties, di kolom Name ketikkan nama Database Anda, misalnya MIKRODATA, klik OK.


 Wss-id /Tutang

Perbedaan Komputer Rakitan Dengan Komputer Built up

Pada postingan kali ini memberikan informasi tentang komputer rakitan dan komputer built up. Ketika anda ingin membeli komputer sebuah di toko komputer, pasti anda akan di hadapkan oleh dua pilihan. Apakah ingin membeli komputer rakitan sendiri atau komputer built up. Komputer rakitan adalah seperangkat komponen komputer yang masih terpisah dan pembeli bebas memilih komponen sesuai dengan keinginan dan kemampuan serta kebutuhan belinya sehingga memiliki fungsi komputer seutuhnya.  Komputer built up adalah yang dipahami sebagai perangkat komputer yang sudah jadi rangkaian komponennya, pembeli hanya tinggal menggunakannya saja.
Lalu, apa yang sebaiknya saya pilih, komputer rakitan atau built up ? pemilihan pembelian komputer bukan di dasarkan antara komputer rakitan maupun komputer built up, tetapi berdasarkan kebutuhan dan kondisi keuangan.
Komputer rakitan dan komputer build up juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing diantaranya yaitu :
Kelebihan komputer rakitan :
  • Komputer rakitan memiliki nilai lebih di fleksibilitas.
  • Lebih mudah untuk mengklaim garansi, karena cukup membawa komponen yang rusak saja.
  • Umumnya lebih murah dibanding komputer branded dengan spesifikasi yang sama.
  • Kemampuan komputer untuk di-up-grade jauh lebih besar karena komponen yang dipakai ialah komponen umum.

Kekurangan komputer rakitan :
  • Sedikit meribetkan dan pusing milih type & merk bagi yang belum mengetahui kualitas barang.
  • banyak komponen yg kurang berkualitas di pasaran

Kelebihan Komputer Built up :
  • Kualitas komponen sudah diuji coba oleh vendor
  • Tidak pusing-pusing memilih komponen yang berkualitas
  • Mudah membelinya

Kekurangan Komputer Built Up:
  • Mahal
  • Tidak bebas dalam menentukan komponen
  • Kadang-kadang banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan
Sekian tentang berbedaan komputer rakitan dan komputer built up. Semoga artikel ini membantu anda dalam pembelian komputer. 

Star Computindo