Sunday, November 18, 2012

Aplikasi WiFox Tingkatkan Kinerja Wi-Fi Hingga 700%



Jaringan Wi-Fi untuk koneksi Internet gratisan mulai banyak tersedia di tempat-tempat umum, bahkan di dalam bus.

Fasilitas demikian memang sangat bermanfaat bagi pengguna perangkat bergerak. Tetapi yang paling mengesalkan adalah bila akses ke Internet mulai melambat karena semakin banyak pengguna di jaringan tersebut.

Untungnya ada sekelompok peneliti dari North Carolina State University (NCSU) yang mengembangkan software untuk mengatasi masalah di atas. Disebut dengan WiFox, software ini dapat diinstal di jaringan dan akan mengatasi masalah melambatnya kecepatan koneksi pada lingkungan Wi-Fi yang sedang dipakai banyak orang. Peningkatan throughput bisa mencapai 700 persen.

Penurunan kinerja Wi-Fi ketika mulai banyak yang menggunakannya disebabkan oleh koneksi antara komputer pengguna dengan access point hanya menggunakan satu channel. Satu channel tersebut digunakan dua arah, yaitu untuk pengiriman data dari komputer ke access point dan sebaliknya. Ini ibarat jalan raya satu jalur yang digunakan untuk dua arah mobil, yang rawan terjadi kemacetan.

Bila sejumlah besar pengguna mengirim permintaan data,  channel tersebut akan penuh dan acces point akan menghadapi hambatan untuk mengirim data kembali ke pengguna. Makin banyak pengguna makin “ramai” lalu-lintas data pada channel yang digunakan bersama tersebut, dan makin turun kinerja jaringan.
Software WiFox mengatasi masalah di atas. Software ini memonitor lalu-lintas data pada channel Wi-Fi dan memberikan prioritas kepada access point untuk mengirim data bila terjadi backlog data. Prioritas yang diberikan tergantung pada ukuran backlog – semakin besar semakin tinggi prioritasnya. Beraksi seperti polisi lalu-lintas, WiFox menjaga lalu-lintas data agar mengalir lancar di kedua arah.

Sekelompok peneliti dari NCSU telah menguji WiFox di jaringan Wi-Fi yang dapat menangani 45 pengguna di lab mereka. Hasilnya, semakin banyak pengguna yang memakai jaringan, semakin tinggi througput datanya. Peningkatannya mulai dari 400 persen dengan 25 pengguna dan sampai 700 persen bila 45 pengguna memanfaatkan jaringan tersebut. 

Dari hasil pengujian tersebut, tim peneliti berkesimpulan bahwa respon terhadap permintaan pengguna rata-rata empat kali lebih cepat daripada di jaringan Wi-Fi yang tidak menggunakan software tersebut.
Menariknya lagi, WiFox dapat dipaket sebagai software update yang dapat diinstal di jaringan Wi-Fi yang sudah ada. “WiFox dapat dipasang tanpa membongkar sistem,” kata Arpit Gupta, seorang mahasiswa PhD di computer science NCSU, seperti dikutip oleh siaran pers NCSU. 

Gupta merupakan lead author untuk paper yang menjelaskan cara kerja WiFox. Paper tersebut akan dipresentasikan pada ACM CoNEXT 2012, konferensi yang diselenggarakan di Nice, Perancis, pada 10-13 Desember 2012 mendatang.